
Akibat cauca buruk, sebanyak 40 ribu ton beras yang harus dikirim ke sejumlah propinsi di kawasan timur Indonesia, terpaksa ditunda oleh Perum Bulog Sub Divre Parepare.
Kepala Perum Bulog Sub Divre Parepare Imran Abdullah mengatakan, beras tersebut disimpan di sebelas gudang yang tersebar di Barru, Parepare, dan Pinrang yang merupakan wilayah kerja Bulog Sub Divre Parepare. Dikatakan juga, sebenarnya beras tersebut merupakan stok sejak semester pertama tahun lalu.
Disebutkan, seharusnya beras itu telah dikirim melalui kapal laut ke sejumlah propinsi di Sulawesi, Maluku, Ambon, Papua, dan Kalimantan, sejak akhir tahun lalu. Seluruh kapal pengangkut beras itu, rencananya akan berangkat dari Pelabuhan Nusantaran dan Cappa Ujung Parepare.
Namun karena buruknya cuaca sejak beberapa bulan terakhir, sehingga Perum Bulog Sub Divre Parepare menunda pengiriman beras itu. "Kita sudah komunikasikan dengan kapal pengangkut terkait penundaan pengiriman beras itu. Kami berharap cuaca segera membaik agar beras itu segera dikirim," kata Imran.
Lebih lanjut dijelaskan, Bulog tidak mengkhawatirkan lamanya penyimpanan beras tersebut di gudang. Menurut mantan Kepala Perum Bulog Sub Divre Jember itu, beras dapat disimpan selama 18 belan di dalam gudang. Selama proses penyimpanan, kata dia, pihaknya membeikan perlakukan tertentu sehingga beras tersebut tidak rusak.
Hanya saja, Imran mengaku khawatir jika hingga pertengahan tahun ini beras tersebut tidak terkirim, tentu akan mengganggu stok beras dan gabah hasil panen musim tanam kedua yang diperkirakan jatauh pada maret mendatang.
"Kami menargetkan beras tersebut telah terkirim pada akhir Maret atau paling lambat pada awal April mendatang. Kami akan mengupayakan pengirim tersebut secepatnya, jika cuaca mulai membaik. Kami sangat khawatir jika hingga jadwal tersebut beras itu tidak terkirim, akan disimpan dimana stok yang baru," ungkap dia.
Terpisah, hingga saat ini larangan berlayar yang dikeluarkan oleh Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Parepare dan Kantor Pelabuhan (Kanpel) Barru kepada sejumlah jenis kapal beberapa waktu lalu, hingga saat ini belum dicabut.
Hal tersebut dibenarkan oleh Plt Kepala Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Adpel Parepare Moch Yunus. Dikatakan, hingga saat ini larangan dikeluarkan beberapa waktu lalu, belum dicabut hingga kondisi perairan di Selat Makassar yang sering dilalui kapal yang berangkat dari Parepare, telah dinyatakan aman untuk pelayaran.
"Belum dicabut hingga saat ini, utamanya bagi kapal layar motor (KLM) rute Parepare-Kalimantan. Karena kami menilai, kondisi cuaca masih sangat rawan untuk pelayaran. Kalau keadaan sudah membaik, larangan tersebut akan kami cabut kembali," kata dia.
Hal yang sama juga masih berlaku di Pelabuhan Awerange Barru. Disebutkan bahwa hingga saat ini Kanpel Awerange Barru masih memberlakukan larangan berlayar bagi puluhan operator kapal. Kepala Kanpel Awerange Abu Hanifa yang dihubungi Seputar Indonesia kemarin, membenarkan masih berlakunya larangan tersebut.
"Ini berdasarkan peringatan dari BMG Maritim Makassar, serta kondisi yang kami lihat langsung. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, makanya kami melarang pelayaran dari Pelabuhan Awerange," kata Kakanpel Barru.
Read More.....>>