SELAMAT DATANG.....! BLOG INI BERISI INFORMASI TENTANG KEGIATAN DI KAWASAN AJATAPPARENG SULSEL, SERTA CERITA-CERITA RINGAN TAPI PERLU UNTUK ANDA KETAHUI. KAMI JUGA BISA MEMUAT CERITA ANDA, SILAHKAN KIRIMKAN KARYANYA KE E-MAIL; muhammad.syahlan@gmail.com

Kades Tak Hadiri Rapat, Bupati Berang

Minggu, 07 Februari 2010


Bupati Barru Andi Muhammad Rum berang kepada sejumlah kepala desa, yang sering tidak menghadiri undangan rapat dengannya.

Dalam rapat yang berlangsung kemarin, bupati mengeritik sejumlah kepala desa yang dinilai belum melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai pelayan masyarakat.



Apalagi saat hal tersebut disampaikan, sejumlah kades tidak tampak dalam rapat koordinasi dengan bupati. Dikatakan juga, masih ada kades yang bekerja seadanya saja, sehingga tugas dan tanggung jawabnya belum maksimal.

"Diundang saja rapat tidak bisa hadir, apalagi mau berkoordinasi dengan kita. Jadi persoalan di daerahnya kita juga tidak tahu seperti apa?" kata bupati.

Pada pertemuan dengan kepala desa dan lurah itu, Bupati dua priode ini berharap agar kepada kades dan lurah bekerja dengan baik, dan harus mengetahui kondisi warganya, jumlah penduduk, dan kondisi daerahnya.

Dia juga mengingatkan, agar dalam bekerja, kepala desa meningkatkan koordinasi dengan camat, pihak keamanan setempat, maupun pemerintah daerah.

"Hal ini bertujuan agar jika para kades dan lurah saat ditanya mengenai wilayahnya, bisa langsung menjelaskan. Utamanya saat kita tanya mengenai kesulitan atau masalah yang dihadapi, sehingga semua program dapat berjalan dengan baik," kata Rum yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Barru.

Read More.....>>

Kasek SDN 3 Parepare Dicopot


Kepala Sekolah (Kasek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Parepare Amrihim, akhirnya dicopot dari jabatannya.

Walikota Parepare M Zain Katoe mengatakan, pencopotan tersebut merupakan buntut dari aksi warga BTN Timurama, yang memergoki Amrihin bersama seorang guru SDN 57 Parepare JUM di BTN Timurama Blok A Nomor 19, pada Senin (1/02) pukul 00.00 Wita lalu.



Pencopotan Amrihin, kata Zain, langsung dilakukan setelah berita seputar kejadian tersebut tersebar melalui media massa. Walikota menegaskan, dirinya selaku atasan, tidak bermain-main menyikapi masalah PNS yang diduga berselingkuh.

Meski demikian, dia mengaku menyesal dengan munculnya kasus tersebut. Apalagi Amrihin adalah kasek teladan dan berprestasi selama beberapa tahun. Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini Inspektorat Parepare juga belum menyelesaikan menyerahkan laporan hasil pemeriksaan terhadap Amrihin dan JUM.

"Saya akan copot kasek tersebut sesuai hasil pemeriksaan Inspektorat. Meski pemeriksaan Inspektorat belum final, namun penggerebekan yang dilakukan warga Timurama terhadap Kasek itu, dianggap sudah cukup menjadi alasan pencopotan," kata dia.

Sementara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Darma Wanita Persatuan (DWP) Parepare kemarin, di depan para undangan walikota mengungkap bahwa, perselingkuhan adalah masalah serius.

"Saya minta ibu-ibu untuk pintar menjaga baik-baik suaminya. Demikian juga bapak-bapak untuk menjaga istrinya agar tidak berselingkuh. Sebab jika PNS bercerai sesuai prosedur harus mendapat izin walikota," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Parepare Mustafa Mappangara mengatakan, pihaknya telah menarik Amrihim dari jabatannya sebagai Kepala SDN 3 Parepare, ke Dinas Pendidikan Parepare.

Hal itu dilakukan, kata dia, agar proses belajar mengajar di sekolah unggulan itu tidak terganggu dengan adanya kasus yang menimpa kaseknya. Pasca penarikan itu, Salah seorang guru senior di sekolah itu akan diangkat sebagai pelaksana tugas kasek.

"Pak Walikota tidak main-main dengan hal itu. Dia telah memerintahkan untuk menarik yang bersangkutan untuk dibina di Dinas Pendidikan. Ini juga agar proses belajar mengajar tidak terganggu dengan adanya masalah itu," ungkap Mustafa.

Beberapa waktu lalu, Ketua Dewan Pendidikan Parepare Faisal A Sapada mengungkapkan terkait dengan tindakan Amrihin dan JUM, wajar jika walikota mencopotnya dari jabatan sebagai Kasek SDN 3 Parepare.

Read More.....>>

Cuaca Buruk, 40 Ribu Ton Beras Tak Terkirim

Jumat, 05 Februari 2010


Akibat cauca buruk, sebanyak 40 ribu ton beras yang harus dikirim ke sejumlah propinsi di kawasan timur Indonesia, terpaksa ditunda oleh Perum Bulog Sub Divre Parepare.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Parepare Imran Abdullah mengatakan, beras tersebut disimpan di sebelas gudang yang tersebar di Barru, Parepare, dan Pinrang yang merupakan wilayah kerja Bulog Sub Divre Parepare. Dikatakan juga, sebenarnya beras tersebut merupakan stok sejak semester pertama tahun lalu.



Disebutkan, seharusnya beras itu telah dikirim melalui kapal laut ke sejumlah propinsi di Sulawesi, Maluku, Ambon, Papua, dan Kalimantan, sejak akhir tahun lalu. Seluruh kapal pengangkut beras itu, rencananya akan berangkat dari Pelabuhan Nusantaran dan Cappa Ujung Parepare.

Namun karena buruknya cuaca sejak beberapa bulan terakhir, sehingga Perum Bulog Sub Divre Parepare menunda pengiriman beras itu. "Kita sudah komunikasikan dengan kapal pengangkut terkait penundaan pengiriman beras itu. Kami berharap cuaca segera membaik agar beras itu segera dikirim," kata Imran.

Lebih lanjut dijelaskan, Bulog tidak mengkhawatirkan lamanya penyimpanan beras tersebut di gudang. Menurut mantan Kepala Perum Bulog Sub Divre Jember itu, beras dapat disimpan selama 18 belan di dalam gudang. Selama proses penyimpanan, kata dia, pihaknya membeikan perlakukan tertentu sehingga beras tersebut tidak rusak.

Hanya saja, Imran mengaku khawatir jika hingga pertengahan tahun ini beras tersebut tidak terkirim, tentu akan mengganggu stok beras dan gabah hasil panen musim tanam kedua yang diperkirakan jatauh pada maret mendatang.

"Kami menargetkan beras tersebut telah terkirim pada akhir Maret atau paling lambat pada awal April mendatang. Kami akan mengupayakan pengirim tersebut secepatnya, jika cuaca mulai membaik. Kami sangat khawatir jika hingga jadwal tersebut beras itu tidak terkirim, akan disimpan dimana stok yang baru," ungkap dia.

Terpisah, hingga saat ini larangan berlayar yang dikeluarkan oleh Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Parepare dan Kantor Pelabuhan (Kanpel) Barru kepada sejumlah jenis kapal beberapa waktu lalu, hingga saat ini belum dicabut.

Hal tersebut dibenarkan oleh Plt Kepala Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Adpel Parepare Moch Yunus. Dikatakan, hingga saat ini larangan dikeluarkan beberapa waktu lalu, belum dicabut hingga kondisi perairan di Selat Makassar yang sering dilalui kapal yang berangkat dari Parepare, telah dinyatakan aman untuk pelayaran.

"Belum dicabut hingga saat ini, utamanya bagi kapal layar motor (KLM) rute Parepare-Kalimantan. Karena kami menilai, kondisi cuaca masih sangat rawan untuk pelayaran. Kalau keadaan sudah membaik, larangan tersebut akan kami cabut kembali," kata dia.

Hal yang sama juga masih berlaku di Pelabuhan Awerange Barru. Disebutkan bahwa hingga saat ini Kanpel Awerange Barru masih memberlakukan larangan berlayar bagi puluhan operator kapal. Kepala Kanpel Awerange Abu Hanifa yang dihubungi Seputar Indonesia kemarin, membenarkan masih berlakunya larangan tersebut.

"Ini berdasarkan peringatan dari BMG Maritim Makassar, serta kondisi yang kami lihat langsung. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, makanya kami melarang pelayaran dari Pelabuhan Awerange," kata Kakanpel Barru.

Read More.....>>

Tiga Pasar Tradisional Ditata Ulang

Selasa, 02 Februari 2010


Dua pasar tradisional di Pinrang, dan satu pasar di Parepare akan ditata ulang untuk mendongkrak perekonomian warga. Kegiatan terserbut menelan biaya miliaran rupiah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pinrang Armin Sanusi mengatakan, dua pasar tersebut adalah Pasar Kampung Jawa Kecamatan Watang Sawitto, dan Pasar Marawi Kecamatan Tiroang. Disebutkan, kedua pasar itu sangat padat pengunjung sehingga terlihat semrawut.



Dikatakan juga, penataan tersebut bertujuan untuk mendongkrak perekonomian warga. Untuk penataan ulang dua pasar itu, kata Armin, Pemkab Pinrang menganggarkan dana senilai Rp4 miliar. "Untuk Pasar Marawi, Pemkab Pinrang mendapat bantuan pembangunan dari Pemprop senilai Rp1 miliar," kata dia.

Lebih lanjut dijelaskan, pembangunan pasar tersebut diharapan dapat meningkatkan geliat perdagangan masyarakat, karena fungsi pasar adalah wadah untuk mempertemukan pedagang dan pembeli.

"Pembangunan pasar itu dilakukan sesuai dengan permintaan masyarakat. Dan di harapkan dengan pembangunan pasar tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena semakin banyak transaksi yang terjadi dalam masyarakat maka akan semakin meningkat ekonomi masyarakat," ungkap Armin.

Terpisah, tahun ini Pemkot Parepare juga memprogramkan melakukan renovasi Pasar Labukkang. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertambangan (Perindagkoptam) Parepare Muh Hasby, memastikan hal tersebut, menyusul pembangunan Pasar Lakessi dan Pasar Sumpang Minangae, telah rampung tahun ini.

Disebutkan, anggaran renovasi tersebut disediakan oleh pemerintah pusat senilai Rp2,5 miliar. Hasby mengakui, anggaran itu tergolong minim dan jauh dari nilai proposal yang diajukan Pemkot Parepare ke pemerintah pusat, yaitu senilai Rp15 miliar.

Hasby memperkirakan, renovasi Pasar Labukkang tersebut akan menelan dana senilai Rp10 miliar. Untuk itu, Walikota Parepare M Zain Katoe kata Hasby, telah berkomitmen akan mengupayakan dana talangan dari APBD Parepare untuk menutupi kekurangan tersebut.

Mengingat lokasi Pasar Labukang sebagian berdiri di atas tanah warga, maka untuk sementara kata Kadisperindagkoptam, bangunan pasar yang akan direnovasi lebih diprioritaskan pada lahan milik pemerintah daerah yang luasnya sebut Hasby, mencapai 2800 are.

Sementara lahan pasar yang berada di lokasi milik warga akan dibicarakan lebih lanjut dengan para pemilik lahan. Pembicaraan tersebut kata Hasby akan segera digelar Pemerintah Kota Parepare dengan mengundang semua pihak terkait, termasuk para pemililk lahan.

Read More.....>>

Dianiaya Perampok, Korban Luka Parah


Warga Desa Watang Pulu Kecamatan Suppa Pinrang Muliati,40 mengalami luka serius setelah rumahnya disatroni perampok, Senin (1/02) pagi.

Dari informasi yang dihimpun Seputar Indonesia di lokasi, aksi perampok diperkiran terjadi pada Senin pukul 04.00 Wita. Kawan perampok yang diduga berjumlah tiga orang tersebut, masuk ke rumah korban melalui jendela. Diperkirakan, mereka menggunakan benda tumpul untuk membuka jendela tersebut.



Sebelum, mengambil sejumlah barang berharga, para perampok terlebih dahulu menyekap korbanya. Tidak segan-segan, mereka melakui korban dengan menggunkan benda tajam sehingga Muliati mengalami luka serius di beberapa bagian tangan dan wajahnya.

Setelah itu, mereka akhirnya memeriksa seisi rumah dan membawa kabur sejumlah barang berharga yang nilainya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Barang yang berhasil dibawa adalah uang tunai senilai Rp16,5 juta, puluhan gram emas, tiga buah telepon seluler, dan sejumlah barang berharga lainnya.

"Nilainya sekitar puluhan juta. Saya sendiri tidak tahu siapa pelakunya. Saya juga tidak mengetahui ciri-cirinya. Karena tiba-tiba saja mereka ada di dalam rumah dan menyekap saya saat tidur. Untungnya mereka tidak melakukan hal yang lebih sadis lagi. Mudah-mudahan mereka segera tertangkap," tutur Muliati.

Kapolsek Kecamatan Suppa AKP Syamsuddin Latif yang dihubungi kemarin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Dijelaskan, sejumlah anggotanya juga telah diturunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. "Data sementara yang kami peroleh, kawanan perampok itu sekitar 3 orang. Untuk saat ini kami masih mengembangkan kasus ini," kata dia.

Lebih lanjut dijelaskan, kawanan perampok tersebut terbilang sadis. Selian menyekap, perampok juga melukai korbannya. Dikatakan juga, korban mengalami luka serius di sekujur badannya. Seperti jari yang nyaris putus. Bahkan di bagian wajah juga terdapat luka sabetan. Saat ini kata dia, korban tengah menjalani perawatan di Puskesmas Suppa.

Read More.....>>

Tertangkap Nyabu, Lurah Salo Dicopot

Minggu, 31 Januari 2010


Kepala Kelurahan Salo Kecamatan Watang Sawitto Jumhamri, tertangkap basah anggota Polres Pinrang saat sedang mengisap shabu-shabu bersama dua warga lainnya, Senin (25/01) lalu. Jumhamri langsung dicopot dari jabatannya.

Kapolres Pinrang AKBP Ahmad Jamal Yuliarto yang dihubungi kemarin mengatakan, Jumhamri tertangkap di sebuah kompleks perumahan di Kelurahan Macorawalie, pada Senin lalu. Lurah tersebut tertangkap sedang mengisap shabu-shabu bersama dua warga lainnya yaitu Akmar dan Sakka.

Ahmad mengatakan, keberhasilan Anggota Buser Unit Narkoba Polres Pinrang menangkap ketiganya, berkat pengembangan dari penangkapan tiga orang lainnya dalam kasus yang sama. Lebih lanjut dijelaskan, polisi telah menangkap tiga orang pengedar dan pemakai shabu-shabu di dua tempat berbeda, beberapa waktu lalu.



Mereka adalah Munir dan Busman yang ditangkap pada Rabu 13 Januari lalu. Keduanya ditangkap di Kecamatan Duampanua. Dari tangan mereka, polisi berhasil menyita alat bukti berupa tiga paket shabu-shabu. Sehari setelahnya (14/01), polisi juga berhasil menangkap Ansar alias Acca di Kecamatan Patampanua.

Dari tangan lelaki itu, polisi menyita alat bukti berupa tiga paket shabu-shabu yang telah dibuang ke semak-semak. "Dari pemeriksaan ketiganya, kami berhasil mengetahui keberadaan Jumhamri, Akmar, dan Sakka. Dan saat ini, ketiganya kami tahan di Mapolres Pinrang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," kata dia.

Lebih lanjut dijelaskan, enam orang yang langsung dijadikan tersangka dalam kasus shabu-shabu tersebut, akan menjalani tes urine dan pemeriksaan darah di laboratorium Forensik Polda Sulselbar, untuk memastikan mereka positif atau negatif telah mengonsumsi shabu-shabu.

"Jadi para tersangka tadi, masih dalam status pemeriksaan dan mari kita tidak langsung memvonis mereka. Ingat asas praduga tak bersalah," kata Ahmad. Karena tindakannya, mereka disangkakan telah melanggar Pasal 122 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun, dan pidana denda paling banyak Rp3 miliar.

Langsung Dicopot

Meski secara hukum tindakan Jumhamri belum terbukti, Bupati Pinrang A Aslam Patonangi, langsung mengeluarkan keputusan untuk mencopot Lurah Salo tersebut. Kabag Humas Pemkab Pinrang Zainal Hafid yang dihubungi tadi malam membenarkan hal tersebut.

"Yah, malam ini Pak Bupati baru pulang ke Pinrang. Dan besok, jabatan Jumhamri sebagai Kepala Kelurahan Salo ini akan dicopot, " kata Zainal, tanpa memberikan penjelasan lebih jauh. Senada, Camat Patampanua Pinrang Andi Aidir juga membenarkan hal tersebut.

Read More.....>>

Bendung Asokkangeng Membutuhkan Dana Rp34 Miliar


Rencana pembangunan Bendungan Asokkangeng sebagai sumber air bersih yang baru bagi PDAM Parepare, membutuhkan dana senilai Rp34 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Kimprasda Parepare Imran Ramli yang dihubungi kemarin mengatakan, rencana pembangunan bendungan yang berada di perbatasan Parepare-Sidrap itu, akan dimulai pada tahun ini. Bahkan kata dia, Pemkot Parepare telah menganggarkan dana senilai Rp6,5 miliar yang bersumber dari dana ad hock Dirjen Bina Marga.



Disebutkan, dana ad hock tersebut diperoleh Pemkot berdasarkan usaha Walikota Parepare M Zain Katoe hingga ke Departemen PU. Dikatakan juga, dana awal senilai Rp6,5 miliar itu, telah meliputi desain pra kualifikasi yang dilakukan oleh konsultan.

"Jika menggunakan dana daerah, tentu saja tidak cukup. Pembangunan Bendungan Asokkangeng hingga selesai, diperkirakan membutuhkan dana senilai Rp32 miliar. Dana itu meliputi pembangunan bendungan, intage, instalasi pengolahan air, dan jaringan pendistibusian air ke saluran induk," kata Imran.

Lebih lanjut dijelaskan, pembangunan bendungan tersebut diperkirakan akan selesai dalam waktu empat hingga lima tahun. Beberapa waktu lalu, Direktur PDAM Parepare Fachruddin A Umar mengatakan, Bendungan Assokkangeng yang berlokasi di perbatasan Parepare-Sidrap, mampu menyuplai air sebanyak 50 liter per detik.

Setelah selesai, diperkirakan Parepare tidak akan lagi mengalami krisis air bersih seperti yang telah terjadi selama beberapa tahun terakhir. Dikatakan juga PDAM Parepare dipastikan akan menunda rencana kenaikan tarif hingga April 2010, meski tarif PDAM yang lama di seluruh Indonesia dinyatakan tidak lagi berlaku pada bulan Desember 2009 lalu.

Fachruddin mengatakan, sebelumnya Departemen Pekerjaan Umum dayn Prasarana Wilayah sudah menginstruksikan untuk pengembangan PDAM kedepan tarifnya harus "cost recovery". Artinya kata dia harus berimbang antara pemasukan dan pengeluaran.

"Pendapatan tarif minimal harus menutupi seluruh biaya produksi yang ada. Padahal masalah yang dihadapi oleh PDAM Parepare selama ini, yaitu seringnya air tidak mengalir karena beberapa faktor. Diantaranya, sejak bulan puasa terjadi pemadaman bergilir dan kurangnya debit air baku, maka PDAM menyadari kenaikan tarif harus ditunda dulu," kata Fachruddin.

Terkait rencana kenaikan tarif air bersih pada April 2010, PDAM akan diberlakukan tarif baru. Disebutkan persentase kenaikan tarif PDAM khusus rumah tangga miskin dan sosial kenaikannya minimal 10%. Selama ini tarif dasar hanya Rp1.400 per meter kubik menjadi Rp1.500 per meter kubik.

Sedangkan untuk rumah tangga mampu akan dinaikkan hingga 40-50% atau dari Rp2200 per meter kubik menjadi Rp3000 per meter kubik. "Biaya produksi sebelumnya antara Rp3200-Rp3500 per meter kubik atau dengan cara subsidi silang. Yang mampu membantu yang tidak mampu," jelas Fachruddin.

Read More.....>>